Kamis, 28 Januari 2010

PENGERTIAN

PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do, Check, Act" (Indonesia:Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti), adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah iteratif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. Metode ini dipopulerkan oleh W. Edwards Deming, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas modern sehingga sering juga disebut dengan siklus Deming. Deming sendiri selalu merujuk metode ini sebagai siklus Shewhart, dari nama Walter A. Shewhart, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas statistis. Belakangan, Deming memodifikasi PDCA menjadi PDSA ("Plan, Do, Study, Act") untuk lebih menggambarkan rekomendasinya.

Plan (Rencanakan)

Meletakkan sasaran dan proses yang dibutuhkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan spesifikasi.

Do (Kerjakan)

Implementasi proses.

Check (Cek)

Memantau dan mengevaluasi proses dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi dan melaporkan hasilnya.

Act (Tindak lanjuti)

Menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan yang diperlukan. Ini berarti juga meninjau seluruh langkah dan memodifikasi proses untuk memperbaikinya sebelum implementasi berikutnya.

VERSI-VERSI PDCA

PDCA-Two-Cycles.svg

  • This version contains both PDCA cycles, while the second version is in PNG format for ease of editing for non-technical people. It has also been translated into French.

French Version

PNG Version

PDCA PUSKESMAS

Pada tanggal 5 Desembar 2009, Puskesmas yang saya tempati mengikuti Penilaian ISO dan semua tenaga kesehatan maupun staf puskesmas melakukan PDCA untuk mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai dengan keinginan yang bertujuan untuk memajukan pelayanan kesehatan. Dan PDCA yang dilakukan sebagai berikut:

Semua tenaga kesehatan maupun staf Puskesmas pertama-tama melengkapi data-data pasien untuk pendekomentasian dan melengkapi buku – buku pendokumentasian serta merinci semua dokumentasi – dokumentasi pasien. Selain itu mereka memperbaiki ruangan – ruangan. 1 minggu sebelum hari H Kepala Puskesmas memutuskan untuk mengadakan kalibrasi peralatan medis di Surabaya, dan menganjurkan untuk semua tenaga kesehatan membawa peralatan medis sendiri. 2 hari sebelum Hari H mereka membersihkan peralatan medis yang masih ada di ruangan – ruangan. 1 hari sebelumnya Kepala Puskesmas mengadakan kerja bakti membersihkan ruangan – ruangan. Setelah diadakannya kerja bakti Kepala Puskesmas mengevaluasi dari semua ruangan – ruangan dan memastikan persiapan – persiapan yang dilakukan bagus.

Hasil dari Penilaian ISO keluar 2 hari setelah penilaian dan hasilnya bagus. Tetapi untuk selanjutnya Kepala Puskesmas menetapkan untuk melanjutkan program kebersihan untuk tetap menjaga kmajuan pelayanan kesehatan.

Setelah keluarnya hasil Penilaian ISO Kepala Puskesmas membuat jadwal piket kebersihan dan diharapkan semua petugas kesehatan mematuhi jadwal yang telah dibuat dan ada penilaian setelah dilakukan piket oleh ketua ruangan masing – masing. Sehingga diharapkan Puskesmas dapat melayani pasien maupun klien dengan memuaskan dan nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar